Beda Cara Menghubungi Doi Lewat Email, Beda Pula Responsnya
Email Pertama adalah Kesan Pertama
Di ASN Connect, cara kamu menulis email pertama sangat menentukan respons doi. Email yang sama-sama dikirim bisa berujung berbeda: ada yang dibalas dengan antusias, ada juga yang cuma dibaca lalu dilupakan.
Ingat, doi belum mengenalmu. Kalian belum pernah mengobrol, dan doi belum tahu bagaimana caramu berbicara atau bersikap. Satu-satunya gambaran tentang dirimu adalah tulisan yang kamu kirim.
Karena itu, sebelum menekan tombol "kirim", coba tanyakan pada diri sendiri: apakah email ini sudah mewakili siapa saya dan apa niat saya?
Tipe 1: Email Singkat, Tidak Jelas, dan Tanpa Tujuan
Email tipe ini biasanya hanya berisi satu kalimat pendek, misalnya:
"Hai, salam kenal ya."
"Boleh kenalan?"
Tidak ada perkenalan diri, tidak ada alasan kenapa kamu menghubungi, dan tidak jelas mau dibawa ke mana. Email seperti ini jarang mendapat balasan karena beberapa hal berikut.
Doi bingung harus membalas apa. Tidak ada informasi atau pertanyaan yang bisa ditanggapi.
Terkesan iseng. Doi bisa mengira email yang sama juga dikirim ke banyak orang sekaligus.
Tidak terlihat ada usaha. Kalau kamu tidak serius saat menulis, doi pun tidak punya alasan untuk menanggapi dengan serius.
Jadi kalau emailmu masih seperti ini, jangan berharap terlalu banyak.
Tipe 2: Email Lengkap, Terstruktur, dan Jelas Maksudnya
Email yang berpeluang besar dibalas biasanya punya alur yang rapi. Isinya tidak harus panjang, tetapi mencakup empat hal berikut.
Salam dan perkenalan singkat: nama, usia, domisili, dan pekerjaan.
Alasan tertarik: hal dari profil doi yang membuatmu ingin mengenalnya.
Maksud dan tujuan: sampaikan dengan jujur apa yang sedang kamu cari.
Ajakan ke langkah berikutnya: tutup dengan pertanyaan yang mudah dijawab.
Berikut contohnya:
"Halo, perkenalkan saya Rijal, 32 tahun, tinggal di Semarang dan bekerja sebagai staf keuangan di Dinas X. Saya membaca profilmu dan tertarik karena kita sama-sama mengutamakan keluarga dan suka kegiatan sosial.
Saya menghubungi karena sedang serius mencari pasangan untuk jenjang pernikahan. Kalau berkenan, saya ingin mengenalmu lebih jauh. Boleh saya tahu, apa yang paling penting buatmu dalam memilih pasangan?"
Email seperti ini lebih mudah mendapat balasan karena doi merasa dihargai: profilnya benar-benar dibaca. Niatmu juga jelas, sehingga doi tahu kamu serius. Pertanyaan di bagian akhir memberinya bahan untuk membalas.
Tips Sebelum Mengirim Email
Sebut satu hal spesifik dari profil doi agar terlihat kamu benar-benar membacanya.
Jujur tentang dirimu. Tidak perlu melebih-lebihkan kelebihan atau menyembunyikan hal penting.
Gunakan bahasa yang sopan namun tetap hangat, tidak terlalu kaku dan tidak terlalu santai.
Jaga panjangnya. Dua sampai empat paragraf sudah cukup; email yang terlalu panjang justru melelahkan.
Akhiri dengan pertanyaan agar doi punya alasan dan bahan untuk membalas.
Penutup
Di ASN Connect, keseriusanmu dinilai dari email pertama. Email singkat tanpa tujuan mudah terlewat, sedangkan email yang lengkap, terstruktur, dan tulus membuka jalan untuk saling mengenal lebih jauh.
Jadi, sebelum menghubungi calon pasanganmu, luangkan waktu beberapa menit untuk menyusun email yang baik. Usaha kecil ini bisa menjadi awal dari perkenalan yang berarti.
Ayo Temukan Partner Hidup Kamu
Gabung untuk berbagi cerita, info kelas, dan saling dukung.
Komentar
Masuk untuk ikut berdiskusi.
Masuk