Lewati ke konten
Sharing ASN

Pernah Mengalami, Nggak? Pegawhy Jadi Lebih Semangat Setelah Tugas Beres dikerjakan terus dikasih Reward Kecil-kecilan.

TSTim Sharing ASN ·6 April 2026·3 menit baca

Pendahuluan

Di banyak tempat kerja modern saat ini, baik di sektor publik maupun swasta, ada fenomena di mana anggota tim merasa perlu diberi uang tambahan (termasuk perjadin kali yaa~) atau makanan dan traktiran sebagai kompensasi setiap kali mereka menyelesaikan tugas atau pekerjaan. Fenomena ini dapat mencerminkan berbagai masalah terkait motivasi, kepuasan kerja, dan budaya organisasi yang ada. Mari kita telusuri lebih dalam tentang penyebab dan dampak dari fenomena ini dalam dunia kerja.

Hasil Survei

Apakah pernah nemuin pegawai yang semangatnya bakal lebih kalo abis kerjaan beres di kasih reward tipis-tipis kayak jajanan, traktiran atau lainnya?

Reward tipis-tipis ini maksudnya reward non-formal yang dikasih atasan ke bawahan. Kalo reward buat ASN UU 20/2023 udah diatur, tapi mengamanatkan adanya PP, lha UU nya aja mau diubah lagi wkwkwkwk jadi gatau kapan ada itu reward ASN selain Satyalancana, Kenaikan Pangkat, dkk Kita balik lagi ke masalah motivasi yaa~

Motivasi Ekstrinsik vs Intrinsik

Motivasi dalam pekerjaan dapat dibedakan menjadi dua jenis utama: motivasi ekstrinsik dan motivasi intrinsik. Motivasi ekstrinsik mengacu pada dorongan untuk bekerja yang berasal dari faktor eksternal, seperti imbalan atau penghargaan (misalnya uang atau makanan). Sebaliknya, motivasi intrinsik didorong oleh kepuasan yang didapat langsung dari pekerjaan itu sendiri, seperti perasaan pencapaian atau kontribusi terhadap tujuan yang lebih besar. Ketika individu lebih bergantung pada insentif eksternal, maka mereka cenderung membutuhkan kompensasi tambahan untuk menjalankan tugas.

Ketergantungan pada Insentif Ekstrinsik

Fenomena ini dapat terjadi ketika individu merasa bahwa tugas yang mereka lakukan tidak memberi kepuasan atau makna yang cukup. Dalam hal ini, insentif eksternal, seperti uang tambahan atau makanan, menjadi cara untuk meningkatkan motivasi dan rasa puas terhadap pekerjaan. Tanpa insentif tersebut, mereka mungkin tidak merasa tergerak untuk menyelesaikan tugas dengan sepenuh hati.

Kepuasan Kerja yang Kurang Sebagai Faktor Pemicu

Salah satu alasan mengapa anggota tim meminta insentif tambahan adalah karena kurangnya kepuasan kerja. Ketika pekerjaan dirasa monoton atau tidak memuaskan, individu cenderung mencari cara untuk mendapatkan penghargaan eksternal sebagai pengganti kepuasan internal. Hal ini mengindikasikan bahwa mereka tidak menemukan pekerjaan itu bermakna atau tidak merasa dihargai oleh organisasi.

Dampak Negatif Ketergantungan pada Insentif

Ketergantungan pada insentif eksternal dapat berdampak negatif pada organisasi dalam jangka panjang. Ketika pegawai hanya termotivasi oleh uang atau makanan, mereka cenderung kurang terikat (engage) dengan tujuan organisasi, dan kurang memiliki rasa kepemilikan terhadap tugas yang mereka jalankan. Hal ini dapat mengarah pada rendahnya motivasi intrinsik, berkurangnya kreativitas, dan penurunan kualitas kinerja secara keseluruhan.

Saran untuk Individu

Mengurangi ketergantungan pada imbalan eksternal, penting untuk berfokus pada pengembangan motivasi intrinsik. Hal ini dapat dilakukan dengan mencari makna dalam pekerjaan yang dilakukan, seperti mengidentifikasi bagaimana pekerjaan tersebut memberi manfaat bagi masyarakat atau organisasi. Selain itu, berusaha untuk terus mengembangkan kompetensi dan mengejar pembelajaran dalam pekerjaan juga dapat meningkatkan rasa kepuasan kerja yang lebih mendalam.

Peran Organisasi dalam Meningkatkan Motivasi Pegawai

Bagi organisasi atau institusi, penting untuk menciptakan lingkungan kerja yang mendukung dan memberi ruang bagi pegawai untuk merasa dihargai dan berkembang. Penghargaan intrinsik, seperti pengakuan terhadap kinerja, peluang pengembangan karier, dan pemberian tantangan yang memotivasi, perlu lebih diperhatikan. Mengurangi beban administratif yang tidak perlu dan memberi pegawai ruang untuk berinovasi juga dapat membantu meningkatkan kepuasan kerja, yang pada akhirnya mengurangi ketergantungan pada insentif eksternal.

Kesimpulan

Fenomena anggota tim yang meminta imbalan tambahan setiap kali menyelesaikan tugas mencerminkan adanya ketidakseimbangan antara motivasi intrinsik dan ekstrinsik. Untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih produktif dan berkelanjutan, baik individu maupun organisasi perlu berfokus pada pengembangan motivasi intrinsik. Organisasi yang mampu memberikan penghargaan yang lebih bermakna dan kesempatan untuk berkembang akan menciptakan pegawai yang lebih termotivasi dan berdedikasi tanpa bergantung pada insentif eksternal.


Referensi

  1. Bhadauria, A., Mohan, M. M., Nittala, N. A. P., Saxena, K. K., & Jadhav, P. (2024). Theories of motivation: A comprehensive analysis of human behavior drivers. Acta Psychologica, 244, 104177. https://doi.org/10.1016/j.actpsy.2024.104177
  2. Ryan, R. M., & Deci, E. L. (2020). Intrinsic and extrinsic motivation from a self-determination theory perspective: Definitions, theory, practices, and future directions. Contemporary Educational Psychology, 60, 101860. https://doi.org/10.1016/j.cedpsych.2020.101860

Komentar

Masuk untuk ikut berdiskusi.

Masuk

Artikel terkait

Tanya admin